Jumat, 18 November 2011

Tips Cerdas Pencegah Kanker


Apakah Anda ingin bebas dari kanker ? Berikut ini pola makan yang menurut penelitian terkini dapat meningkatkan pertahanana tubuh dari sel-sel kanker.

  • Pertama, makanlah lebih banyak kacang-kacangan. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di AS terhadap 3409 pria dan wanita yang sudah membuktikan manfaatnya. Menurut penelitian tersebut, mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan yang kaya akan plantestrogen, 46 persen lebih rendah berisiko terkena serangan kanker.

  • Kedua, Dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran berwarna kuning, oranye, dan berdaun hijau. Orang yang mengonsumsi lebih dari lima porsi sayuran setiap hari, ternyata 50 persen lebih rendah risikonya untuk terkena kanker. Diduga kandungan serat folat serta vitamin E dan C yang ada dalam sayuran yang memegang peranan penting.

  • Ketiga, kurangi mengonsumsi daging panggang. Terdapat dua zat karsinogenik dalam daging panggang yaitu heterocyclic amines dan benzopyrene, terbentuk dalam daging pada suhu tinggi. Dari sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti AS ditemukan bahwa mereka yang banyak mengonsumsi daging panggang memiliki risiko terserang kanker 2,4 kali lebih tinggi dibanding mereka yang tidak terlalu sering mengonsumsinya.






Minggu, 26 Juni 2011

Karbon Monoksida bisa Sembuhkan Penyakit

Ternyata, gas CO yang selama ini kita kenal sebagai gas yang beracun ternyata gas ini masih mempunyai manfaat. Dalam penelitian awal yang dilakukan oleh para ilmuwan di Amerika, ditemukan adanya kemungkinan gas CO dalam dosis rendah bisa bermanfaat untuk mengatasi gangguan paru-paru. Dalam penelitian yang menggunakan tikus sebagai objek percobaannya, sejumlah tikus yang dibuat mengalami gangguan penyumbatan pembuluh darah paru-paru diberi karbon monoksida yang dihirup. Hasilnya 70 persen tikus dalam kelompok ekesperimen dapat bertahan hidup, sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak mendapt gas CO hanya 10 persen yang bisa bertahan. Menurut para peneliti, pembekuan darah yang terjadi akibat terhambatnya aliran darah bisa mencair saat CO masuk.

Permen Karet Membantu Proses Pemulihan

Mengunyah permen karet ternyata dapat membantu proses pemulihan fungsi pencernaan para pasien yang baru menjalani operasi besar di bagian perut. Demikian hasil suatu studi yang dilakukan ilmuwan dari Jepang. Menurut penelitian tersebut, keluhan perut yang tidak nyaman, seperti mual serta muntah yang dialami para pasien yang baru menjalani operasi di bagian perut daapt teratasi dengan mengunyah permen karet sesudah operasi. Diduga, hal itu karena gerakan mengunyah permen karet dapat merangsang aktivitas usus.

Untuk meneliti manfaat tersebut sebanyak sepuluh pasien diminta mengunyah permen karet tiga kali sehari sejak pagi hari sesudah operasi hingga mereka dapat makan kembali. Dan, sembilan orang lainnya tidak diminta untuk mengunyah permen karet. Hasilnya, fungsi pencernaan mereka yang mengunyah permen karet pulih hanya dua hari setelah operasi, sedangkan kelompok lainnya baru pulih tiga hari setelah operasi.

Kamis, 23 Juni 2011

Adakah hubungan Permen Karet dan Kecerdasan ?

Kalau Anda mempunyai kebiasaan mengunyah permen karet, sebaiknya jangan ditinggalkan. Sebab, kebiasaan mengunyah permen karet itu ternyata merupakan hal baik. Salah satunya, dapat menjadikan seseorang lebih cerdas. Anda mungkin tidak percaya, tetapi hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan gabungan ahli asal University of Notthumbria dan Cognitive Research Unit. Para ahli tersebut menyatakan bahwa permen karet mempunyai pengaruh postif bagi bagi perkembangan pikiran, ingatan, serta fungsi kognitif.

Andrew Scholey, seorang peneliti, mengatakan bahwa pengunyah permen karet memilki detak jantung tiga kali lebih cepat dibanding orang yang tidak mengunyah permen karet. Jika jantung berdetak makin cepat, maka aliran oksigen dan glukosa ke otak akan semakin lancar. Hal inilah yang dapat menambah kemampuan kognitif. 

Sementara itu, peneliti dari Amerika berhasil menemukan manfaat lain dari mengunyah permen karet. Meraka menyatakan bahwa merka yang gemar mengunya permen karet rendah gula setiap hari akan mengalami pembakaran hampir 20-70 persen kalori. Selain itu, permen karet juga bermanfaat dalam menyehatkan gigi geligi. 





Rabu, 22 Juni 2011

Pakai Ponsel bisa kena Kanker ?

Mungkin ini adalah peringatan kecil bagi pengguna ponsel, tak terkecuali Anda, Saya , dan semuanya..

Sejak beberapa  tahun lalu dampak penggunaan telepon seluler menjadi kontroversi. Ada yang mengatakan bisa menjadi pemicu kanker, namun ada juga yang membantahnya. Beberapa bulan lalu, tim ilmuwan dari Danish Institute of Cancer Epidemiology di Kopenhagen, Denmark menyimpulkan, tak ada bukti bahwa menggunakan ponsel bisa memicu tumor dan kanker otak. Bantahan ini cukup keras gaungnya, meski jutaan pengguna telepon seluler sebetulnya tak selalu peduli akan hal tersebut. Keasyikan menelepon, kepraktisan benda dalam genggaman itu, serta ketergantungan yang kian tinggi membuat orang nyaris tak memikirkan dampak negatifnya. 

Tim ilmuwan tersebut menganalisis riwayat kesehatan 420 ribu pengguna ponsel sejak tahun 1982. Lebih dari 56 ribu responden yang diteliti setidaknya telah memakai ponsel tak kurang dari 10 tahun. Hasil akhirnya, sama sekali tak ada risiko terhadap tumor di otak, mata kelenjar ludah, atau kanker darah (leukemia). Hasil ini kemudian dipublikasikan dalam Journal of the National Cancer Institute.

---------------^^------------------------^^------------
Dari info di atas mungkin ada banyak persepsi untuk mengenai masalah tersebut. Bagaimanakah dengan Anda ? Percaya atau tidak ? Silahkan post comment Anda.




Apakah manfaat Tidur Siang ?

Tidur siang membuat orang mampu memecahkan masalah soal dengan kreatif. Begitulah hasil penelitian terbaru di universitas yang berada di California ,AS, di mana 80 orang responden ikut terlibat di dalamnya. Para responden diuji tingkat kreativitasnya pada pagi dan siang hari. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diperbolehkan tidur sebentar setelah setiap dua putaran dan para peneliti mempelajari pola tidur mereka. Sedangkan kelompok yang lain boleh berisitirahat, tapi dilarang tidur. 

Hasilnya, kelompok pertama yang tidur siang di antara putaran satu ke putaran berikutnya berprestasi lebih baik. Mereka yang tidurnya nyenyak samapi ke taraf REM (Rapid Eyes Movement) berprestasi 40 persen lebih tinggi daripada prestasi mereka di pagi hari. Sementara, kelompok yang tidak tidur prestasinya hampir sama dengan sebelumnya. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam majalah Proceeding of the National Academy Science. 






Siapakah penemu mesin cetak pertama ?

 



Sebelum pertengahan abad ke-15, peredaran buku di Eropa sangatlah jarang dan mahal. Setiap buku disalin dan hanya tangan yang pengerjaannya sangat sulit. Di Cina, orang mengukir potongan kayu dengan kata-kata dan gambar, menggosok potongan itu dengan tinta, lalu menekannya ke atas kertas. Namun cara ini pun sangat lambat. Lalu seorang perajin perak, Johannes Guttenberg, menemukan mesin cetak pertama yang menggunakan tip yang dapat dipindah-pindah. Guttenberg membuat tip tuangan dari campuran timbel, timah, dan anti monium untuk setiap huruf dan abjad. Seteleh terbentuk, tip-tip dapat disusun untuk membentuk kata-kata yang selanjutnya ditata menjadi satu halaman naskah. Menekankan selembar kertas pada tip yang bersaput tinta akan menghasilkan halaman cetak. Satu tatanan tip dapat digunakan untuk membuat 100 halaman cetak sebelum tip itu disusun ulang untuk halaman lain, hingga seluruh buku dicetak. Cepatnya metode Gutenberg berarti bahwa sejak saat itu buku-buku dapat dicetak dengan mudah sampai ratusan eksemplar. Pada akhirnya, pengetahuan berita, dan opini dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa.